Suara Petasan Ancam Kerusakan Bangunan Cagar Budaya Jogja

Tradisi menyalakan petasan memang sudah lama ada, tapi kalau dilakukan di tempat yang salah, efeknya bisa bahaya banget buat sejarah kita. Belakangan ini, Suara Petasan yang menggelegar di sekitar kawasan cagar budaya di Yogyakarta mulai dikhawatirkan oleh para pecinta sejarah dan budayawan. Getaran kuat dari ledakan petasan skala besar ternyata bisa berdampak buruk pada struktur bangunan tua yang kondisinya sudah mulai rapuh dimakan usia. Banyak bangunan bersejarah di Jogja yang pakai material kuno, sehingga getaran beruntun dari petasan bisa bikin retakan halus pada dinding atau malah bikin ornamen penting jadi rontok.

Kekhawatiran ini muncul karena saat malam-malam Ramadan, banyak anak muda yang nekat menyalakan petasan di area terbuka yang dekat dengan situs-situs bersejarah. Akibat dari Suara Petasan tersebut, bukan cuma ketenangan jamaah yang terganggu, tapi ada risiko kerusakan permanen pada warisan leluhur kita yang nggak bisa dinilai dengan uang. Bayangkan saja, bangunan yang sudah bertahan ratusan tahun menghadapi gempa, malah bisa rusak cuma gara-gara hobi main petasan yang sifatnya cuma kesenangan sesaat. Hal ini tentu jadi PR besar buat kita semua supaya lebih peduli lagi sama kelestarian cagar budaya di kota gudeg ini.

Dampak dari getaran suara yang terlalu keras ini emang nggak langsung kelihatan mata, tapi kalau terus-terusan terjadi, kerusakannya bakal makin parah. Masalah Suara Petasan di area sensitif sejarah ini harusnya dapet perhatian serius dari pemerintah kota dan pihak kepolisian setempat. Larangan main petasan di area cagar budaya harus dipertegas dan dijaga ketat supaya nggak ada lagi oknum yang bandel. Jogja adalah kota budaya, jadi sudah sewajarnya kalau warganya juga punya kesadaran tinggi buat jaga setiap sudut bangunan bersejarahnya supaya tetap kokoh dan bisa dilihat anak cucu nanti.

Beberapa komunitas sejarah di Jogja mulai lakukan kampanye edukasi supaya warga lebih milih kembang api yang nggak punya efek getaran besar sebagai pengganti petasan. Penjelasan soal bahaya Suara Petasan ini tujuannya bukan buat melarang kegembiraan lebaran, tapi lebih ke arah perlindungan aset budaya kita sendiri. Kita nggak mau kan sejarah kita hancur cuma karena hal sepele yang bisa dihindari sejak awal. Kerjasama antara warga sekitar, pengelola tempat wisata, dan aparat sangat penting buat ciptakan suasana Ramadan yang meriah tapi tetap aman buat bangunan-bangunan tua yang penuh filosofi itu.